LamPUNGLInux

 Komunitas Pengguna Linux Indonesia

 

Web Blog LamPUNGLInux .or.id ini merupakan White Papers bagi semua member Web Site komunitas ini, sebagai media untuk menuangkan semua hasil observasi, kegiatan, pengalaman, cerita dan informasi yang dimiliki tentang Linux & OpenSource Software, dengan tujuan dapat memberikan sebuah manfaat tersendiri bagi semua pengunjung yang membacanya.

" Let's Join with Us, To be share for everyone "

 


Fri, 17 Apr 2009 11:24:41 +0700
Install Multi Distro
Posted by : kar0r3t On Linux Basic


untuk para linuxer yang hobi mencoba banyak distro mungkin tutorial ini akan menjadi salah satu solusiuntuk kebutuhan tsb. Sebenarnya dengan Live-CD kebutuhan tersebut dapat dipenuhi. namun Live-CD kadang agak lambat responnya, mengingat hampir semua perangkat-lunaknya diendapkan di RAM. Untuk yg memiliki Harddisk besar,tentu ingin langsung mencoba di-install, tanpa harus gonta-ganti Live-CD.

Tapi ganjalan berikutnya, install multi distro (lebih dari satu distro) tentunya butuh perlakuan khusus. Hal ini mengingat, secara umum tiap distro membutuhkan partisi sendiri-sendiri. Dan tidaklah mungkin kita hanya menyiapkan boot ke satu distro saja! berikut ini caranya!

Langkah-langkah:
1).Install distro utama (master) anda.
  Silakan masukkan CD Slackware-Linux dan boot dengan CD tersebut.
 1.a).Lakukan partisi harddisk terlebih dahulu.

  #cfdisk /dev/hda

  Buatlah tiap partisi secukupnya bagi tiap distro. Slackware 12.0 membutuhkan 6 Gb untuk full-install. Paling tidak kita sediakan 10 Gb, agar cukup lega untuk penambahan program aplikasi lainnya. Partisi tambahan bisa juga dipecah-pecah 10 Gb.
 1.b).Pastikan distro pertama ini boot loader nya direkamkan ke MBR (master boot of record). Boot loader bisa saja dengan LILO (Linux Loader) atau GRUB (GRand Unified Bootloader). Untuk Slackware hanya tersedia LILO, jadi sementara ini lupakan dulu GRUB. Dan distro utama ini dipasang di /dev/hda1

2).Install distro ke-2 (slave) anda.
 2.a).Lakukan instalasi seperti biasanya.
 2.b).Hanya saja sewaktu sampai di langkah muatkan boot loader, perhatikanlah dengan seksama. Pilih untuk merekamkan boot loader distro ke-2 ini hanya di partisinya sendiri (jangan MBR !). Dan distro kedua ini dipasang ke /dev/hda2

3).Install distro ke-3 dan seterusnya seperti langkah ke-2 diatas.
  Tiap distro yang diinstal pasti akan bertambah partisinya, sehingga kita sesuaikan dengan posisinya. Jadi distro ke-3 ada di /dev/hda3, distro ke-4 ada di /dev/hda4, dan seterusnya.

4).Bilamana langkah ke-2 dan 3 selesai, maka giliran kita menyelesaikan konfigurasi multi-boot nya secara manual.
 4.a).Mount dulu masing-masing partisi distro tsb ke folder tertentu.
  Misalnya :
   
  #mkdir /distro-2
  #mkdir /distro-3
  #mount /dev/hda2 /distro-2
  #mount /dev/hda3 /distro-3


 4.b).Sekarang, silakan edit konfigurasi LILO.
  Kalau saya lebih senang dengan MC (midnight commander).
  
  #mc -e /etc/lilo.conf

  (akan tampak layar edit seperti di bawah ini, silahkan bandingkan)

  # LILO configuration file
  # generated by 'liloconfig'

  # Start LILO global section
  boot = /dev/hda
  message = /boot/boot_message.txt
  prompt
  timeout = 120

  # Override dangerous defaults that rewrite the partition table:
  change-rules
  reset

  # Normal VGA console
  vga = normal
  # End LILO global section

  # Linux bootable partition config begins <— ini boot distro ke-1
  image = /boot/vmlinuz
  initrd = /boot/initrd.gz
  root = /dev/hda1
  label = Slackware
  read-only
  # Linux bootable partition config ends

  # Linux bootable partition config begins <— ini boot distro ke-2
  image = /distro-2/boot/vmlinuz
  # initrd kadang dibutuhkan oleh vmlinuz, sesuaikan dgn distro anda
  initrd = /distro-2/boot/initrd
  root = /dev/hda2
  label = Vector
  read-only
  # Linux bootable partition config ends

  # Linux bootable partition config begins <— ini boot distro ke-3
  image = /distro-3/boot/vmlinuz
  # initrd kadang dibutuhkan oleh vmlinuz, sesuaikan dgn distro anda
  initrd = /distro-3/boot/initrd
  root = /dev/hda3
  label = Zencafe
  read-only
  # Linux bootable partition config ends


 4.c).lalu rekam LILO ke MBR dengan perintah
  
  #lilo -v

Pastikan langkah ini tanpa error / fatal error kecuali sekedar catatan. Bila terjadi error, maka harus dipecahkan dahulu agar selanjutnya tidak ada loader yang gagal memuatkan distro ke komputer kita.

Selanjutnya, booting dan selesai... Demikian semoga bermanfaat Smile

 

 

 

Categories

 

Archives

 

Posts

 

Comments

 

Linux Live